Mengapa TIDAK Menggunakan Sepatu pada Anak Lebih Baik?

Sebagian besar dari kita pasti punya pengalaman di mana waktu kita kecil dulu, kita bebas berjalan dengan bertelanjang kaki di atas rumput atau tempat lainnya. Pasti Ibu setuju bukan kalau jalan-jalan sambil bertelanjang kaki itu terasa menyenangkan? Tahukah Ibu, kalau ternyata ada banyak manfaat menguntungkan ketika anak bertelanjang kaki daripada saat ia mengenakan sepatu bayi lebih sering.

Manfaat bertelanjang kaki untuk anak

Berikut ini beberapa manfaat bertelanjang kaki untuk anak. Ini bisa jadi pertimbangan untuk Ibu agar tidak terlalu sering memakaikan si kecil sepatu bayi:

  1. Kaki bisa tumbuh dan berkembang dengan seharusnya
    Saat anak bertumbuh, ibu pasti ingin membekali dengan perlengkapan dan pakaian lengkap, mulai dari aksesoris, baju anak, celana outdoor untuk bermain, dan terutama sepatu. Tetapi mungkin ibu tidak memperhatikan hal ini, tapi sepatu bayi sebenarnya mengubah bentuk kaki. Saat lahir, kaki manusia tumbuh lebar. Tapi rata-rata kaki orang dewasa memiliki jari kaki yang menekuk ke dalam. Kenapa demikian? Ini karena mereka sering mengenakan sepatu dan ini bisa mengubah bentuk kaki.

    Orang yang hidup dengan bertelanjang kaki sebagai budaya dan norma keseharian tidak memiliki kaki seperti ini. Jari kaki mereka tetap menyebar, seperti bayi yang baru lahir. Kaki yang melebar ini pasti bukan tanpa alasan. Jadi sebaiknya, janganlah paksa kaki untuk mengikuti bentuk sepatu, tapi buatlah sepatu yang bentuknya bisa menyesuaikan dengan bentuk kaki alami.

    Saat si kecil dilahirkan, ketika tulang masih terbentuk, kita mulai membiasakan anak untuk pakai sepatu yang menurut kita bagus untuknya, hingga akhirnya kebiasaan ini mengubah bentuk kakinya. Dengan mengubah bentuk kaki, kita bisa mengubah efektivitas kerja kaki. Jadi biarkan bayi bertelanjang kaki sesering mungkin, tanpa mengenakan sepatu bayi, dan biarkan kakinya tumbuh dengan cara yang seharusnya.

  2. Mendorong anak belajar tentang gaya berjalan yang alami dan sehat.
    Mengenakan sepatu bayi mengubah cara berjalan anak. Ketika anak bertelanjang kaki, ia secara alami berjalan dengan lebih lembut, dengan langkah lebih pendek, dan memberi lebih sedikit tekanan pada telapak kaki. Lutut menekuk untuk memberi bantalan pada tiap hentakan langkah. Jari kaki mencengkeram lantai dan membantu mendorong ke atas. Tapi sepatu mengubah semua ini.

    Bantalan pada bagian bawah sepatu mendorong anak untuk menghentakkan telapak kaki ke tanah, yang terasa lebih sulit bagi lutut. Bagian bawah sepatu yang kaku mencegah kaki bergerak dengan fleksibel. Sepatu dilengkapi dengan bagian bernama toe spring untuk membuatnya bisa digerakkan untuk melangkah. Tapi toe spring mengangkat jari kaki dari tanah, sehingga tidak bisa membantu mendorong kaki ke atas seperti yang seharusnya. Kaki menjadi terlatih menggunakan otot yang salah untuk bergerak ke depan. Semua ini berarti gaya berjalan yang tidak alami dan lebih sulit bagi persendian.

    Bila anak selalu memakai sepatu bayi sejak lahir, ia akan mempelajari gaya berjalan yang tidak alami ini sejak awal. Anak tidak mendapat kesempatan untuk memperkuat jari kaki dan tendon kaki yang seharusnya melakukan tugas berjalan. Karena pertumbuhan otot yang terhenti, ketika anak akhirnya melepas sepatu, akan terasa sakit ketika ia mencoba berlari. Beri anak kesempatan untuk mempelajari cara berjalan yang benar dengan membiarkannya bertelanjang kaki sesering mungkin, ya Bun.

  3. Meningkatkan keamanan.
    Memang, alasan pertama kenapa kebanyakan orang tua memakaikan sepatu bayi adalah faktor keamanan. Sepatu digunakan untuk melindungi kaki dari permukaan yang keras serta tajam. Tapi pada kebanyakan situasi, mengenakan sepatu sebenarnya lebih berbahaya daripada bertelanjang kaki.

    Bayi lebih mungkin tergelincir dan terjatuh ketika mengenakan sepatu, terutama sepatu model flip-flop. Flip-flop bisa sangat berbahaya di kaki anak dan lebih baik bertelanjang kaki. Banyak insiden patah tulang atau cedera lutut bisa dicegah bila anak tidak memakai sepatu ketika anak memanjat monkey bar (arena panjat di playground) dan berlarian di jalan yang tidak rata.

    Kebanyakan sepatu anak pada umumnya, cenderung membuat anak lebih canggung karena membuat pemakainya kurang menyadari lingkungannya. Ketika mengenakan sepatu, anak lebih butuh usaha untuk berjalan, dan ketika bergerak, kaki menjadi kurang stabil.

    Bila harus memakaikan sepatu ketika anak bermain, pilihlah sepatu dengan bagian sol fleksibel dan pastikan anak masih bisa merasakan tanah di bawah kakinya agar ia tidak terpeleset ketika bermain.

    Lalu bagaimana dengan bahaya benda tajam? Bukankah kaki butuh perlindungan dari benda berbahaya ini? Memang benar Bun, tapi anak serta orang dewasa yang terbiasa bertelanjang kaki memiliki kewaspadaan lebih tinggi terhadap lingkungannya. Ketika bertelanjang kaki, kita akan memperhatikan di mana kita harus meletakkan kaki dengan insting. Kita melihat tanah di depan kita. Dan karena kita melangkah lebih perlahan ketika bertelanjang kaki, kita menyadari saat mulai meletakkan kaki pada benda tajam lalu segera mengangkatnya dan terhindar dari cedera.

  4. Kaki jadi lebih sehat.
    Ada jamur dan bakteri di dalam sepatu. Sepatu juga memiliki lingkungan yang hangat dan lembap sehingga jamur dan bakteri tumbuh semakin subur yang dapat menyebabkan jamur kaki dan cantengan. Jadi jaga kesehatan kaki anak dengan membiarkannya bertelanjang kaki. Sinar matahari dan udara segar sangat bagus untuk kaki.

  5. Memperkuat kaki.
    Satu manfaat paling besar dari membiarkan anak bertelanjang kaki adalah memperkuat kaki, membuat tubuh lebih lincah, dan kurang rentan terhadap penyakit. Bertelanjang kaki juga memperkuat proprioception, yakni persepsi untuk merasakan posisi dan kekuatan bagian tubuh dalam gerakan. Dengan kata lain, bertelanjang kaki membantu anak mengembangkan kesadaran tubuhnya.