Tips Memilih Krim Pemutih Wajah yang Aman Bagi Kulit

Cara Memilih Krim Pemutih Wajah

Sebelum mengintip list krim pemutih wajah terbaik, bersama-sama kita pahami dulu poin-poin dalam memilih produk. Saking banyaknya pilihan yang tersedia, tentu membuat sebagian dari Anda bingung. Oleh karena itu, berikut kami jelaskan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kandungan, tingkat proteksi, dan ada tidaknya bahan pendukung, semua wajib Anda periksa.

Cermati Keberadaan Kandungan untuk Memutihkan dan Mencerahkan Kulit

Untuk mewujudkan klaim yang ditawarkan, krim pemutih wajah mengandung bahan-bahan pencerah yang bekerja sesuai karakteristiknya masing-masing. Ini dia beberapa kandungan pemutih yang biasa tercantum pada whitening cream.

Sengatan matahari langsung menyebabkan tubuh memproduksi melanin sebagai bentuk perlindungan. Hanya saja, pigmentasi berlebihan membuat warna kulit gelap. Untuk Anda yang mempunyai kulit gelap dan kusam akibat hiperpigmentasi, pilihlah krim pemutih wajah dengan kandungan vitamin B3 atau niacinamide.

Vitamin B3 lazim disematkan dalam produk pencerah kulit dan produk masker wajah. Kandungan ini bertindak sebagai antiinflamasi yang juga baik untuk membantu pengurangan jerawat. Dalam rangka mencerahkan wajah, niacinamide akan mengurangi pembentukan melanin, kulit pun tampak merata dan cemerlang.

  • Vitamin C: Mencegah Pembentukan Bercak Hitam dan Cokelat pada Kulit

Vitamin C bertindak sebagai antioksidan, alias bekerja menyingkirkan oksigen aktif dan menangkal penuaan dini. Bintik-bintik hitam dan kecokelatan pada wajah dapat dikurangi oleh vitamin C. Zat yang memberikan perlawanan terhadap radikal bebas ini menurunkan jumlah melanin serta mencegah tindakan enzim tirosinase. Anda dapat menemukan vitamin C pada krim pemutih wajah dari merek-merek ternama.

Agar bekerja secara optimal untuk memutihkan kulit, vitamin C harus masuk ke lapisan bawah epitelium. Maka dari itu, perhatikanlah seberapa efektif krim pilihan Anda meresap ke dalam kulit. Pastikan vitamin C yang terkandung berkonsentrasi tinggi dan berbentuk stabil dengan pH menengah agar tidak mengiritasi kulit.

  • Hydroquinone: Ampuh Mencerahkan Noda dan Bintik Hitam, namun Memiliki Efek Samping Serius

Dari beberapa bahan pemutih yang umum dicantumkan, hydroquinone merupakan salah satu yang patut diberikan perhatian lebih. Hydroquinone adalah komponen yang terbukti ampuh mencerahkan noda dan bintik hitam, mengatasi perubahan warna kulit akibat penuaan, serta mengurangi stretch mark.

Hanya saja, hydroquinone menimbulkan efek samping seperti neuropati, suatu penyakit sistem saraf bila tidak dipakai secara tepat. Oleh karena itu, perhatikanlah kadar hydroquinone dalam krim pemutih yang Anda pilih. Datangi pula dokter untuk menerima anjuran penggunaan sekaligus pantauan ketat agar terhindar dari risiko negatif.

  • Arbutin: Turunan Hydroquinone yang Efektif Mengatasi Hiperpigmentasi Kulit

Kulit yang putih bercahaya bisa diraih dengan rutin menggunakan krim berkandungan arbutin. Bahan turunan hydroquinone ini sangat efektif mengatasi hiperpigmentasi kulit dalam bentuk topikal. Pada kulit yang mengalami hiperpigmentasi, arbutin berperan baik mengatasi bercak hitam dan kulit kusam.

Arbutin ditemukan pada dedaunan kering pada beberapa spesies tanaman berbeda, contohnya blueberry, cranberry, bearberry, dan pohon pir. Meski efektif menghambat pembentukan melanin yang memicu penggelapan, kandungan arbutin pada krim pemutih wajah juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Berkonsultasilah pada ahli kulit untuk memintai pendapatnya.

  • Kojic Acid: Lebih Cocok untuk Orang Berkulit Gelap karena Bertindak Mencegah Pembentukan Tirosin

Kojic acid telah populer sejak 1989 sebagai komponen perawatan kulit. Bahan ini sama seperti whitening agent lain yang beroperasi memengaruhi pembentukan pigmen kulit dengan intensitas kerja lebih ringan. Kojic acid akan menekan pembentukan tirosin, yakni asam amino yang diperlukan untuk memproduksi melanin.

Pada orang yang berkulit gelap, melanosit menciptakan lebih banyak melanin sehingga berujung pada penggelapan kulit. Pada krim pemutih wajah, kojic acid dikombinasikan bersama bahan lain, alias bukan sebagai komponen tunggal. Alasannya, senyawa ini bersifat tidak stabil, sehingga harus dipadukan dengan zat-zat lain agar warnanya tidak berubah cokelat.

Hindari Bahan-bahan yang Berisiko Negatif bagi Kulit

Tak dimungkiri adanya bahan-bahan yang berbahaya pada krim pemutih kulit. Oleh karena itu, waspadalah agar tidak salah memilih produk perawatan wajah. Telitilah setiap kandungan yang tertera pada label kemasan produk. Bila terdapat bahan seperti petroleum jelly, vitamin E, atau asam ekstrak buah misalnya, komponen-komponen tersebut telah dibuktikan aman.

Adapun bahan-bahan berbahaya yang dimaksud, misalnya merkuri. Kandungan merkuri pada krim pemutih pun tak jarang dituliskan dengan nama lain, misalnya calomel, chloride, mercuric, dan mercurio. Hydroquinone pun membawa efek negatif bila penggunaannya tidak sesuai anjuran dokter.

Hydroquinone pada produk biasanya dicatutkan dengan nama lain seperti arctuvin, benzohydroquinone, p-Hydroxyphenol, p-Hydroquinone, 1,4-Benzenediol, p-Benzenediol, bezoquinol, 1,4-dihydroxybenzol, benzene, aida, dan tequinol. Pada takaran tinggi, hydroquinone berubah kecokelatan saat terpapar udara luar atau matahari, sedangkan merkuri menjadi keabuan gelap atau hijau.

Untuk Day Cream, Pilih yang Dilengkapi SPF agar Kulit Terlindungi

Krim pemutih wajah dibedakan menjadi dua macam berdasarkan waktu penggunaan, yaitu krim pagi (day cream) dan krim malam (night cream). Bila Anda menginginkan krim pagi dengan fungsi whitening, utamakanlah produk dengan zat penangkal matahari, misalnya SPF (Sun Protector Formula).

Bila memungkinkan, carilah krim pemutih multi-spektrum, sehingga kulit pun terlindungi dari sinar UV-A dan UV-B. Penggunaan harian sudah cukup dengan day cream ber-SPF 15 ke atas. Jika lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, gunakanlah krim dengan SPF lebih tinggi agar efektivitas penghalau matahari semakin tinggi, serta waktu kerjanya lebih lama.

Untuk Kulit Kering, Carilah Krim Pemutih yang Memberikan Efek Melembapkan

Anda yang mengalami permasalahan kulit kering, pikirkan untuk memilih krim wajah yang dibekali agen pelembap. Lazimnya, produsen mengandalkan bahan-bahan pelembap seperti hyaluronic acid, glycerin, elastin, ceramide, dan kolagen untuk menahan kadar air di dalam kulit.

Walau dikategorikan sebagai bahan pelembap, beberapa komponen dibedakan berdasarkan lokasi kerjanya. Misalnya saja, hyaluronic acid, elastin, dan kolagen bekerja pada dermis (lapisan di bawah paling luar kulit atau epidermis). Kemudian, bahan seperti ceramide, cholesterol stearate, dan natural moisturizing factors (NMF), beroperasi aktif pada bagian terluar kulit atau epidermis.

Kulit lembap mendukung proses pencerahan lebih optimal. Maka dari itu, carilah keseimbangan kandungan antara bahan-bahan pelembap yang bekerja pada dua bagian kulit tadi, yakni epidermis dan dermis. Di samping melembapkan, bahan-bahan seperti hyaluroniac acid, ceramide, kolagen, dan lainnya efektif melawan tanda penuaan.

Upayakan Memilih Produk dengan Zat Aditif Sedikit Mungkin

Penting memastikan ada tidaknya zat aditif pada setiap produk kosmetik, tak terkecuali krim pemutih wajah. Zat aditif dalam jumlah sedikit masih bisa ditoleransi, namun Anda yang berkulit sensitif tetap perlu mewaspadai keberadaannya. Bila memungkinkan, carilah krim wajah dengan zat aditif seminimal mungkin.

Zat-zat yang mencakup aditif antara lain paraben, surfaktan, parfum, phenoxyethanol, dan sebagainya. Jumlah sedikit zat aditif tidak memberikan efek buruk pada kulit, namun tidak berlaku untuk semua orang. Bila Anda mencari produk yang minim unsur tambahan, pastikan produk tersebut baru diproduksi alias masa kedaluwarsanya masih panjang.